Penjual Mie di Tulungagung Sebabkan Keracunan

Penjual Mie di Tulungagung Sebabkan Keracunan. Melihat itu  pihak sekolah langsung melarikan siswanya ke rumah sakit umum dokter iskhak tulungagung  dari sepeluh siswa  tiga siswa diantaranya harus menjalani perawatan serius.

Suroso salah satu guru mengatakan memang setelah istrirahat anak didiknya selalu beli makanan yang mangkal di depan sekolahan makanan yang dibeli seperti pentol dan mei usai makan mie anak-anak mendadak merintih kesakitan dan langsung muntah-muntah.

Sementara itu eko hariantoko siswa kelas v yang menjadi korban keracunan mengaku perutnya mual perih kepala pusing dan muntah usai menghabiskan dua bungkus lebih mei yang di beli dari asmungi.

Darii hasil pemeriksaan saksi-saksi dan korban polisi langsung mengamanakan imam asmungi penjual mie  warga desa kedungsoko kecamatan kota tulungagung.

Kapolsek boyolangu akap subagyo sambil menunjukkan sisa mie mengatakan polisi belum bisa memastikan penyebabnya apa tapi yang jelas siswa-siswa mengalami mual dan muntah karena mengonsumsi mie.

Sementara itu imam asmungi mengaku baru dua hari ini menjual mie pada siswa sdn moyoketen 1  seblumnya dirinya menjual kerak telur setiap satu bungkus mie dia jual ke siswa rp 200  namun dirinya tidak tahu kalau mie buatanya menyebabkan siswa keracuanan.

Tidak terima dinasehati  dua pemuda yang sedang mabuk berat merusak rumah seorang warga  beruntung kedua pemuda tersebut berhasil diamankan dari amukan massa.

Joko wahyudianto dan yuda agus pangesti kedunya warga desa ngunut kecamatan ngunut tulungagung kemarin akhirnya disergap petugas setelah merusak rumah milik helen  tetangganya.

Keduanya mengaku tidak terima dinasehati mujiran  orang tua helen  agar tidak minum-minuman keras saat ramadhan  kedua pemuda penuh tato malah marah-marah dan langsung memukul mujiran.

Untuk menghindari amukan dua berandal ini  mujiran bersembunyi di rumah helen  karena sasaran tidak ketemu tanpa pikir panjang kedua tersangka langsung merusak bagian depan rumah helen.

Mengetahui  rumahnya diobrak-abrik  helen janda yang berparas ayu ini   langsung melaporkan  ke polsek ngunut. Begitu  polisi  datang  keduanya  langsung diringkus  dan  diamankan  dipolsek kini keduanya harus  meringkuk  dipenjara  polsek.

Dari kasus ini polisi menyita pecahan kacabatu dan gunting sebagai barang bukti hingga kinikedua tersangka dikenakan pasal 170 kuhp dengan ancaman 5 tahun penjara.